Assalamualaikum
Hallo teman teman semuanya..
pada kesempatan kali ini saya bakal menjelaskan sejarah daerah rumah saya yaitu tapos
Sebenarnya rumah saya di Lampung, lalu pindah ke caringin, dan sekarang saya di tapos. Jadi saya akan menjelaskan asal usul nama Tapos dan sejarahnya...
Tapos

Tapos lebih dikenal dengan peternakan Almarhum Bapak Soeharto..
Awal mulanya Pak Harto memiliki Impian adalah Tapos menjadi peternakan yang akan menjadi pusat penghasil ternak unggulan dan percontohan peternakan modern di Indonesia. Pak Harto menjadikan Tapos pusat pelatihan dan penelitian ternak. Setelah Soeharto berhenti menjabat sebagai Presiden tahun 1998, peternakan Tapos juga langsung mati suri. Paling tidak, mati suri sementara. Sebab, saat ini di sana masih ada 1.500 sapi perah yang menghasilkan minimal 5.500 liter susu per hari. Juga terdapat sekitar 300 domba yang dipelihara untuk kebutuhan internal, saat ada perayaan keluarga, peternakan, atau kemasyarakatan dan keagamaan.
Untuk asal mula nama Tapos tidak ada yang mengetahui, karna tapos dinamai / disebut langsung oleh bapak alm Soeharto yang memang mempunyai peternakan sapi ditapos ini..
Dahulu dari artikel yang saya baca dan dari sepuh di tapos yang saya tanyai langsung, banyak kisah mistis mengiringi daerah tapos ini..
Hallo teman teman semuanya..
pada kesempatan kali ini saya bakal menjelaskan sejarah daerah rumah saya yaitu tapos
Sebenarnya rumah saya di Lampung, lalu pindah ke caringin, dan sekarang saya di tapos. Jadi saya akan menjelaskan asal usul nama Tapos dan sejarahnya...
Tapos
Tapos lebih dikenal dengan peternakan Almarhum Bapak Soeharto..
Awal mulanya Pak Harto memiliki Impian adalah Tapos menjadi peternakan yang akan menjadi pusat penghasil ternak unggulan dan percontohan peternakan modern di Indonesia. Pak Harto menjadikan Tapos pusat pelatihan dan penelitian ternak. Setelah Soeharto berhenti menjabat sebagai Presiden tahun 1998, peternakan Tapos juga langsung mati suri. Paling tidak, mati suri sementara. Sebab, saat ini di sana masih ada 1.500 sapi perah yang menghasilkan minimal 5.500 liter susu per hari. Juga terdapat sekitar 300 domba yang dipelihara untuk kebutuhan internal, saat ada perayaan keluarga, peternakan, atau kemasyarakatan dan keagamaan.
Untuk asal mula nama Tapos tidak ada yang mengetahui, karna tapos dinamai / disebut langsung oleh bapak alm Soeharto yang memang mempunyai peternakan sapi ditapos ini..
Dahulu dari artikel yang saya baca dan dari sepuh di tapos yang saya tanyai langsung, banyak kisah mistis mengiringi daerah tapos ini..
Editor: Egidius Patnistik
Ada kandang yang dibiarkan berupa bangunan asli, seperti kandang transit ternak di areal paling depan peternakan atau sebelah kanan jalan masuk utama ke peternakan.
Namun, jika melihat kondisi joglo dan paviliun di samping joglo yang tetap terawat dan dalam bentuk aslinya, ada harapan, sejarah peternakan torehan Pak Harto akan dilestarikan. Pada waktunya, peternakan Tapos dikelola kembali secara profesional untuk mewujudkan cita-cita Pak Harto.
Di bangunan utama yang berupa joglo masih terawat dengan baik. Perabotannya berupa meja-meja dan kursi-kursi yang digunakan semasa Pak Harto menerima dan berdialog dengan berbagai kalangan tentang pertanian dan peternakan. Ada dua meja yang kaki-kakinya terbuat dari rotan serta beberapa puluh kursi lipat warna merah yang digunakan saat Pak Harto menerima rombongan tamu.
Semula, joglo terbuka sebagaimana joglo umumnya. Namun, kemudian diberi joglo ukuran 12 meter x 12 meter, yang di bagian bawahnya diberi dinding papan dan di bagian atasnya diberi dinding tirai bambu, berikut empat pintu di setiap sisinya. Juga ada tambahan meja-meja panjang terbuat dari papan untuk kebutuhan rapat. Perabotan di paviliun di samping joglo, tempat Pak Harto istirahat dan bertemu dengan tamu-tamu terbatas, juga masih asli dan utuh.
Selain ada lukisan wayang karakter Krisna dari kulit sapi, ada dua lukisan cat minyak menghiasi dinding paviliun. Satu lukisan hadiah dari Perdana Menteri Australia dan satu lagi hadiah dari cucu Pak Harto, Ragowo Hediprasetyo Prabowo. Lukisan itu berhubungan dengan peternakan, yaitu tentang sapi di padang luas terbuka.
"Semua itu barang-barang Pak Harto. Salah satu tongkatnya merupakan hadiah dari petani. Mendiang Pak Harto itu orang sederhana. Barang-barangnya cuma segitu. Kamar mandinya dari dulu juga begitu, juga klosetnya. Namun, kamar mandi itu bersejarah. Selain Pak Harto, pernah dipakai pejabat tinggi negara lain, termasuk PM Inggris (waktu itu) Margaret Thatcher. Kami akan merawat semua peninggalan asli Pak Harto ini sebagai monumen kecintaan dan perjuangannya terhadap upaya memajukan pertanian dan peternakan di Indonesia," kata I Made Soewecha.
Soewecha, yang bertahun-tahun mendampingi Pak Harto hingga akhir hayatnya, mengatakan, Pak Harto tak pernah menginap di peternakan. Pak Harto biasanya datang pagi-pagi atau subuh lalu kembali ke Jakarta siang atau malam hari. Sebab, Pak Harto tak ingin merepotkan pasukan pengawal atau pengamanannya. Pak Harto dua minggu sekali mengontrol keliling peternakannya.
"Pak Harto tak mau merepotkan orang lain. Kalau memberi wejangan, selalu meminta kita bersabar. Falsafah Jawa, mikul dhuwur mendhem jero, sangat diterapkan beliau. Jangan suka menghujat kepada para pemimpin atau orangtua-orangtua kita, kualat nanti," katanya.
I Made Soewecha, yang juga kepala koordinator operasional PT Reso Sari Bumi unit peternakan Tapos, memastikan peternakan itu dikembangkan kembali menjadi peternakan berbasis bisnis modern.
Beberapa warga di dekat peternakan berharap peternakan berkembang lebih baik dari zaman Pak Harto. "Kalau peternakan maju, anak-anak kami bisa bekerja di sana," katanya.
I Nyoman Sukarata, wakil I Made Soewecha, memastikan, PT Rejo Sari Bumi, perusahaan pemilik dan pengelola Tri S Ranch Tapos, resmi memiliki izin perpanjangan HGU sampai 2025 dengan izin lahan 450 hektar. Luas lahan itu lebih kecil dibandingkan izin HGU tahap pertama (1975-2000) yang saat itu 751 hektar.
Semoga peternakan Tapos dibangun kembali menjadi peternakan modern yang mampu bersaing dan berkiprah dalam dunia peternakan Indonesia.
Sekian cerita asal usul daerah saya dan legenda yang menyebar di masyarakat, semoga teman teman dapat mengamati hikmahnya..
Terimakasih 😊😊

Comments
Post a Comment